Sinopsis To Liong To 2003 episode 27
Singa
Emas mendekat pelan ke arah jarum jebakan Nenek Kim Hoa. Si Nenek
berkata “Kau begitu berhati-hati pada saudara sendiri, tetapi mudah
sekali mempercayai orang baru”. Cia Sun menjawab, ia buta dan sulit
menang melawan senjata rahasia, sama orang sendiri pun harus
berhati-hati. Si Nenek bahwa Tan Yoe Liang dari Partai Pengemis tidak
sungguh-sungguh minta ampun pada Singa Emas, karena posisi tangannya
bersiaga dengan jurus “Anak singa menubruk kelinci”, dan kakinya posisi
kuda-kuda “Tendangan menaklukkan siluman”. Bu Ki dalam hati memuji
kejelian Tio Beng yang sudah mengira sebelumnya. Tan Yoe Liang masih
bersembunyi di sekitar situ, Singa Emas dapat mendengarnya dan langsung
menghajar, namun urung membunuhnya. Ia melemparkan Tan Yoe Liang ke
arah jebakan jarum, namun Nenek Kim Hoa mencegah tubuhnya menancap ke
jarum. Nenek Kim Hoa pun kagum bahwa telinga Singa Emas dapat
menggantikan penglihatannya.
Nenek Kim Hoa menceritakan nasib
Sekte Ming setelah dikepung 6 Perguruan Lurus, tapi Singa Emas tak
mempercayai karena omongannya yang dulu tidak sesuai, ia tahu si Nenek
mencoba membujuknya menyerahkan golok naga. Nenek Kim Hoa akhirnya
mengaku dulu ia berbohong. Iapun menyuruh In Lee bercerita karena Singa
Emas percaya pada In Lee. In Lee menceritakan kejadian saat
penyerangan, dimana Sekte Ming terdesak, kemudian ia ditangkap
Kelelawar Hijau namun dilepaskan karena ia adalah cucu Elang Putih.
Singa Emas memuji Kelelawar Hijau yang walaupun tindakannya aneh,
hatinya baik dan tak akan mencelakakan orang seperguruan sendiri.
Sebaliknya Singa Emas marah pada Nenek Kim Hoa, katanya, kau salah satu
pelindung bergelar Naga Ungu, tapi tidak membantu saudara sesama Sekte
Ming saat kesulitan di puncak Guangming. Bu Ki jadi mengerti bahwa
Nenek Kim Hoa adalah Naga Ungu. Nenek Kim Hoa berdalih, ia sudah kalah
oleh pedang langit Biat Coat dan tak ada guna membantu, lagipula ia
sudah keluar dari Sekte Ming dan dendam karena suaminya tidak ditolong
Tabib Ouw karena suaminya bukan orang Sekte Ming, Singa Emas makin tak
mau meminjamkan golok, karena curiga golok akan digunakan bukan untuk
mengalahkan Biat Coat, tapi mengalahkan Sekte Ming untuk balas dendam.
Pertarungan antara 2 Pelindung Sekte Ming, Singa Emas dan Naga Ungu itu
pun tak terelakkan. Nenek Kim Hoa mencoba memancing Singa Emas ke arah
jarum jebakan. Ia juga melemparkan senjata rahasia berupa bunga-bunga
emas. Namun ia tak menduga golok naga sebenarnya mengandung besi
sembrani/magnet hingga bunga-bunga emas menempel di golok naga. Saat
Singa Emas hampir masuk jebakan jarum beracun, In Lee berteriak
memperingatkannya. Thio Bu Ki menimpuk jarum-jarum itu dengan batu
hingga terlepas, Singa Emas selamat. Singa Emas sadar, ia ditolong oleh
seseorang yang berkepandaian amat tinggi.
Nenek Kim Hoa amat
murka karena rencananya gagal, dengan kejam ia menyerang In Lee dengan
senjata beracunnya. Thio Bu Ki terkejut dan langsung memeluk In Lee
yang terluka.
Di saat genting itu, tiba-tiba muncul 3 orang
berpakaian aneh dengan paduan gerakan yang memperlihatkan mereka bukan
lawan enteng. Mereka membawa Gada Api Suci lambang Ketua Sekte Ming,
dan meminta Naga Ungu dan Singa Emas berlutut mendengarkan perintah
pembawa Gada Api Suci. Naga Ungu/Nenek Kim Hoa menolak karena merasa ia
sudah keluar dari Sekte Ming, dan langsung dirubuhkan dalam 2 jurus.
Thio Bu Ki pun kaget. Ketiganya memperkenalkan diri sebagai Utusan
Awan, Angin, dan Bulan dari Sekte Ming Persia. Singa Emas mendengarkan
mereka tapi tak mau berlutut, karena menurutnya walau Sekte Ming
berasal dari Persia, Sekte Ming Cina berdiri sendiri dan bukan bawahan
Sekte Ming Persia. 3 Utusan berkata mereka mendengar Sekte Ming Cina
dalam keadaan kacau tanpa pimpinan, dan memerintahkan Singa Emas
memenggal kepala Naga Ungu karena sudah mengkhianati Sekte. Singa Emas
menolak, walau Naga Ungu memang duluan ingin mencelakakannya, ia tetap
tak mau membunuh saudara seperguruan, apalagi atas perintah orang lain.
Ia tak mau merendahkan diri dengan mengambil keuntungan. 3 Utusan
menuduh Singa Emas tak taat pada aturan yang berbunyi “Melihat Gada Api
Suci seperti melihat pemimpin”. Singa Emas bilang ia 20 tahun buta,
tidak bisa melihat, maka aturan itu tak berlaku.
Pertempuran
antara Singa Emas dengan 3 Utusan pun terjadi. Thio Bu Ki melihat ayah
angkatnya sangat dalam bahaya, iapun melepaskan In Lee dan terjun
membantu, melemparkan Singa Emas ke pinggir. Namun ternyata 3 Utusan
ini lawan yang tangguh, gerakan menyeruduk sambil mengangkat kaki tidak
pernah dilihat Thio Bu Ki sebelumnya. (Semenjak menguasai 9 Yang,
Membalikkan Langit dan Bumi serta Tai Chi, Bu Ki sulit menemukan lawan,
baru kali inilah ia kerepotan). Singa Emas berseru “Pendekar muda, aku
menghargai pertolonganmu, tetapi tolong jangan mengorbankan diri untuk
sesuatu yang bukan urusanmu”. (Singa Emas tidak ikut bertarung karena
gerakan Bu Ki dan 3 Utusan tersebut amat cepat. Hanya mengandalkan
pendengarannya, ia tak bisa membedakan mana kawan mana lawan, kalau ia
membantu ia bisa mencelakakan Bu Ki). Kemudian ia melemparkan golok
naganya “Anak muda, pakai ini!”,k atanya. Bu Ki menyambut dengan haru.
Ayah angkatnya belum tahu siapa dirinya, tetapi sudah mempercayainya
sebegitu besar.
Bu Ki pun beradu tenaga dalam lewat golok
naga yang beradu dengan Gada Api Suci 3 Utusan. (Dari situ ia tahu,
tenaga dalam mereka perorangan sebenarnya masih di bawahnya, tetapi
paduan gerakan mereka amat sulit diterka) . Ia memerintahkan Singa Emas
pergi, karena lawan amat tangguh. (Singa Emas heran, biasanya orang
yang sedang beradu tenaga dalam tak boleh bicara, tetapi Bu Ki bisa,
berarti ilmunya amat hebat). Singa Emas bertanya nama Bu Ki, tapi Bu Ki
urung membuka identitasnya, karena bila tahu, ayah angkatnya itu tentu
tak mau pergi dan malah menolongnya. “Namaku Chan A Gu, pergilah, apa
kau takut golok nagamu tidak aku kembalikan?”. Singa Emas tambah kagum,
katanya, ia sangat beruntung ditolong oleh pendekar hebat. Ia malah
menawarkan bantuan memukul Utusan Bulan dengan tinju Qishang, walau
resikonya golok naga terlepas, tapi bisa membunuh 1 Utusan. (Bu Ki
terharu karena bantuan itu berarti ayahnya mengorbankan golok naga yang
padahal sudah seperti teman hidupnya). Namun sebagai Ketua Sekte Ming
Cina, Bu Ki tak ingin membunuh orang Sekte Ming Persia dan memulai
permusuhan. Ia ingin berhenti dan berdamai, namun tiba-tiba wanita
Utusan Bulan malah menyerang Bu Ki dengan cara curang, hampir Bu Ki
mati kalau tidak Tio Beng tiba-tiba datang mencegat Utusan Bulan. Ilmu
Tio Beng rendah dan sama sekali bukan tandingannya, maka Tio Beng
menggunakan 3 jurus dari 3 partai yang hakekatnya membunuh diri sendiri
demi membunuh lawan.
Bu
Ki amat kaget dengan pengorbanan Tio Beng, untung ia sempat bertindak
walau Tio Beng terlanjur terluka. Mereka berdua melawan 3 Utusan.
Untung Tio Beng luar biasa cerdas, dalam keadaan terdesakpun ia bisa
berpikir panjang walau kungfunya tidak setinggi Bu Ki. Ia merebut Gada
Api Suci dari tangan Bu Ki dan melemparnya jauh-jauh hingga 3 Utusan
yang mendewakan benda itu pun panik mengejarnya dan meninggalkan mereka.
Thio Bu Ki dan rombongannya memanfaatkan ini untuk kabur. Di tengah
jalan ia berhenti untuk menyembuhkan In Lee. Singa Emas dan Bu Ki
memarahi Nenek Kim Hoa yang melukai In Lee, tetapi adat si Nenek amat
keras dan ia berkata, walau kau menyelamatkanku, In Lee sudah
mengkhianatiku, dan bukan urusanmu. Utuasan Persia terdengar makin
mendekat, si nenek pun pergi kabur meninggalkan rombongan. Bu Ki ingin
kembali ke kapal, namun kapal sudah dibawa kabur Tan Yoe Liang si Tetua
Partai Pengemis. Merekapun sembunyi di sebuah gua. Luka Tio Beng tak
begitu parah, tapi luka In Lee harus diobati. Singa Emas ingin lari ke
pondoknya mengambil obat-obatan, tetapi Bu Ki takut 3 Utusan masih di
sekitar situ. Ia mencegah sambil berkata “Ayah angkat!”. Singa Emas
kaget. “Kau panggil aku apa?” katanya. Namun terlalu sering ditipu,
membuat ia tak langsung percaya ketika Bu Ki mengaku ialah anak
angkatnya. Ia malah mengira Bu Ki suruhan Naga Ungu untuk mengambil
goloknya. Bu Ki menangis sambi membacakan teori Tinju Qishang yang
pernah diajarkan ayah angkatnya itu. Singa Emas pun terhenyak dan
tergetar hatinya. “Ayah, ketika aku tak dapat menghafal teori itu,
engkau memukulku, dan ibu membalut lukaku sambil menangis” kata Bu Ki.
“Waktu itu, aku tak mau belajar tinju Qishang, karena takut mengamuk
gila seperti ayah… “ Singa Emas pun meneteskan air mata. Semua kejadian
itu hanya ia dan Bu Ki yang tahu. “Ketika aku jatuh ke lubang, engkau
menolongku” lanjut Bu Ki. Singa Emas pun tak tahan dan memeluk Bu Ki
dengan haru sambil menangis “Bu Ki…. anak angkatku.. 10 tahun aku
merindukanmu, siang malam membayangkan menggendongmu, kini engkau telah
terlalu besar untuk kugendong”. Reuni ayah anak yang mengharukan ini
berlanjut dengan Bu Ki menceritakan pengalamannya selama 10 tahun.
Singa Emas terharu mendengar betapa Bu Ki berapa kali hampir mati namun
selamat, hingga menjadi seperti sekarang. Bu Ki belum sempat mengakui
bahwa ia diangkat menjadi Ketua Sekte Ming, tiba-tiba Tio Beng mengeluh
kesakitan dan rindu ayahnya. Singa Emas pun menyuruh Bu Ki mengambil
obat di gubuknya. Di sana Bu Ki bertemu Siao Ciao dan Cie Jiak yang
berhasil kabur dari kapal yang dibajak Tan Yoe Liang, Tetua Pengemis.
Bu Ki hampir diserang Siao Ciao karena ia dikira musuh. Bu Ki membawa
Cie Jiak dan Siao Ciao ke gua. Ia menyuruh Siao Ciao merawat luka In
Lee. Sebaliknya begitu melihat Tio Beng, ia Ciu Cie Jiak langsung murka
dan hendak menyerang karena Tio Beng lah yang menawan Biat Coat di
pagoda dan ikut andil dalam kematian gurunya itu, namun Bu Ki pasang
badan melindungi Tio Beng. Singa Emas melerai mereka dan meminta mereka
melupakan permusuhan sejenak dan bekerjasama untuk bisa keluar pulau
dengan selamat. Tio Beng terharu karena Bu Ki melindunginya, “Apa yang
kau katakan itu, apa sungguh-sungguh?” tanyanya.
Pagi
menjelang, Singa Emas tertawa geli sendiri. Katanya, “Bu Ki, dulu
ayahmu terdampar di pulau bersama ibumu. Mereka benar-benar cocok satu
sama lain. Tapi kamu ternyata lebih hebat dari ayahmu, terdampar di
pulau dengan membawa 4 wanita”. Bu Ki pun malu. “Nona-nona, aku tahu
kalian semua menyukai anak angkatku, kalian semua boleh menikahinya”.
Semua menanggapi dengan gayanya masing-masing. Ciu Cie Jiak menunduk
malu, Siao Ciao membantah “Aku tak masuk hitungan, aku hanya
pelayannya”. Sedang Tio Beng teriak “Singa Emas, jangan bicara
sembarangan, kalau lukaku sembuh aku akan lem mulutmu!”. Singa Emas pun
tertawa “Kamu sangat galak, pantas Bu Ki sedikit takut padamu. Tapi
tadi kau gunakan jurus partai Kunlun ‘Batu giok hancur di gunung’,
serta jurus partai Kongtong ‘manusia dan setan jalan bersama’, yang
satunya aku tidak tahu” . Tio Beng kagum pada kemampuan Singa Emas yang
buta namun mengenali jurus. (Semua jurus itu ia pelajari saat menawan 6
perguruan di pagoda) Yang ketiga adalah jurus Butong, itu jurus baru
“langit dan bumi hancur bersama” ciptaan In Li Heng, jelasnya.
“Pokoknya ketiga jurus itu intinya sama-sama mengorbankan nyawa”, kata
Singa Emas. “Kalau kau tidak cinta Bu Ki, untuk apa kau korbankan
dirimu?”lanjutnya. Tio Beng tak bisa menjawab dan merah mukanya. Bu Ki
menyadari si Nona memang betul-betul mencintainya. Siao Ciao tiba-tiba
pergi keluar dan menangis. Bu Ki menyusulnya.
Kata Siao Ciao
ia menangis karena menyadari Singa Emas, Tio Beng, Ciu Cie Jiak
kelihatan menyayangi Bu Ki, sementara ia saat kecil dititipkan ibunya
ke orang lain dan hanya dikunjungi setahun 1-2 kali, bahkan terakhir
tidak diaku anak. Semenjak bertemu Bu Ki, ia baru merasa ada orang yang
sayang padanya, impiannya hanya ingin menjadi pelayan Bu Ki selamanya.
Siao Ciao berkata ia takut ibunya dibunuh. Bu Ki sungguh heran, karena
menurut Yo Put Hui, Siao Ciao diselamatkan waktu keluarganya mati
dibunuh perampok. Mengapa ceritanya beda, jelas Siao Ciao
menyembunyikan sesuatu “Mereka pasti datang ke sini mencari ibu” kata
Siao Ciao lagi. Bu Ki tak tahu apa yang dimaksud gadis itu.
Sementara itu, Nenek Kim Hoa/Naga Ungu tak dapat menghindari kejaran 3
Utusan Persia yang kini mengepung bersama rombongan dari kapalnya. Ia
berlutut dihadapan pimpinan rombongan Sekte Ming Persia itu.
Di gua, Ciu Cie Jiak melihat pedang langit dan golok naga yang
sama-sama berada di tempat yang sama, iapun teringat perintah gurunya
sebelum meninggal agar menemukan dan membacokkan kedua senjata itu
untuk mengambil rahasia di dalamnya demi kepentingan kejayaan Go Bi dan
mengusir penjajah.
Sementara Singa Emas hatinya tak tenang
dan ingin memastikan Nenek Kim Hoa baik-baik saja. Bu Ki heran kenapa
ayah angkatnya masih juga baik terhadap orang yang mencelakainya “Kalau
kau jadi aku, apa yang kaulakukan?” tanya Singa Emas. Bu Ki berpikir
dan menjawab, ia pun akan melakukan hal yang sama. Tio Beng bertanya
pada Singa Emas, katanya Naga Ungu harusnya kungfunya setara atau lebih
dengan Singa Emas, tetapi kenapa saat dikejar Utusan Persia ia langsung
kalah dalam 2 jurus, bukankan ia punya ilmu 1000 Laba-laba yang hebat?
Kata Singa Emas, Naga Ungu adalah wanita tercantik di jagat persilatan,
mana mau ia belajar ilmu yang dapat merusak wajah itu. Semua heran,
tapi hanya Tio Beng yang berani ngakak “Bhahaha... wanita tercantik
apanya? Tua dan jelek begitu!”. Kata Singa Emas, ia pasti menyamar
karena takut kejaran Sekte Ming Persia. Nama sebenarnya adalah
Daiqishi, dan ia merupakan Gadis Suci dari Sekte Ming Persia. Apa yang
dimaksud dengan Gadis Suci?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar